SHARE

Foto: Antara

CARAPANDANG.COM, Kota Batu, Jawa Timur - Para pelaku usaha sektor pariwisata di Kota Batu, Jawa Timur, menyatakan siap untuk menerapkan protokol CleanlinessHealthSafety, and Environtment Sustainability (CHSE), jika diizinkan beroperasi di tengah masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarkat (PPKM).

Direktur Utama Taman Rekreasi Selecta Kota Batu Sujud Hariadi, di Kota Batu, Jawa Timur, Sabtu mengatakan, pihaknya siap untuk menerapkan protokol CHSE yang merupakan standard dari Kementerian Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif.

"Kami akan menerapkan CHSE. Dan CHSE tersebut merupakan standard yang sudah terukur. Sehingga, kami rasa, sektor pariwisata layak untuk diperbolehkan beroperasi," ujarnya.

Sebagai informasi, CHSE merupakan standard yang diberikan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berbasis kebersihan, kesehatan, keamanan, dan kelestarian lingkungan (CHSE) untuk para pelaku pariwisata.

Menurut Sujud, destinasi wisata yang ada di wilayah Kota Batu, berharap agar pemerintah bisa memberikan izin untuk beroperasi agar sektor perekonomian juga ikut menggeliat. Pihaknya menjamin, para pelaku wisata di Kota Batu akan disiplin menerapkan protokol CHSE.

"Destinasi wisata sudah ada protokol CHSE. Kami siap," katanya.

Ia menambahkan, para pelaku usaha sektor pariwisata termasuk karyawan yang ada di wilayah Kota Batu, saat ini juga telah mendapatkan vaksinasi COVID-19. Sehingga, ia sangat berharap pemerintah bisa memberikan kelonggaran agar sektor wisata kembali dibuka.

Sujud memastikan penerapan protokol kesehatan penanganan COVID-19, khususnya di Taman Rekreasi Selecta bisa diterapkan dengan baik. Hal itu mengingat destinasi wisata tersebut berada di areal seluar kurang lebih sepuluh hektare, dan berada di ruang terbuka.

Ia menjelaskan, kapasitas Taman Rekreasi Selecta Kota Batu, memiliki daya tampung maksimal hingga 24.500 orang. Namun, dalam masa pandemi penyakit akibat penyebaran virus Corona, jumlah wisatawan yang berkunjung hanya diperbolehkan sebanyak 5.000 orang.

"Kapasitas kita, saat ini dihitung 50 persen dari 10 ribu orang, masih aman. 5.000 wisatawan, itu juga tidak mungkin datang bersamaan. Kemungkinan, saat puncak bisa mencapai 2.000 orang, tapi itu tersebar," katanya.

Kota Batu saat ini berada pada zona merah penyebaran COVID-19, berdasarkan data indikator bersatu lawan COVID-19. Penambahan kasus baru, sebagian besar berasal dari kontak erat keluarga.

Hingga saat ini, secara keseluruhan di wilayah tersebut, ada sebanyak 2.942 kasus konfirmasi positif COVID-19. Dari total tersebut, sebanyak 2.542 orang dilaporkan telah sembuh, 249 orang dinyatakan meninggal dunia, dan sisanya berada dalam perawatan.

Tags
SHARE