Isi rumah sakit terbesar di kota itu telah dievakuasi, dengan ratusan pasien dirawat di luar gedung. Seorang pejabat masjid setempat menyebut, situasi begitu parah hingga sulit digambarkan.
Sementara itu, di sebuah biara di Mandalay, sebanyak 50 biksu ditemukan tewas, sementara 150 lainnya masih hilang. Komunikasi dengan banyak wilayah terdampak terganggu akibat perang sipil yang masih berlangsung.
Myanmar, yang biasanya tertutup dari dunia luar, kali ini meminta bantuan internasional karena besarnya skala bencana. Bantuan dari Tiongkok, Rusia, India, Thailand, Malaysia, dan Singapura mulai berdatangan.
Namun, tim penyelamat dari Taiwan yang telah bersiap memberikan bantuan belum mendapat izin masuk. Hal tersebut diduga karena alasan diplomatik untuk menghindari ketegangan dengan Tiongkok.