Newsom meminta pengadilan untuk segera menghentikan penerapan tarif tersebut. Beberapa hari sebelum mengajukan gugatan, Newsom meminta negara-negara lain untuk mengecualikan ekspor California dari tarif balasan.
Namun, hingga kini belum ada kesepakatan yang berhasil dicapai. Gedung Putih membela kebijakan tarif tersebut dan mengkritik Newsom.
Mereka menilai Newsom lebih fokus pada masalah kebijakan luar negeri ketimbang masalah internal seperti kriminalitas dan tunawisma di California. Juru bicara Gedung Putih, Kush Desai, menegaskan bahwa pemerintahan Trump tetap berkomitmen untuk mengatasi defisit perdagangan barang.
Defisit tersebut dianggap telah merugikan industri Amerika Serikat. Gugatan ini menandai kali pertama Newsom terlibat langsung sebagai penggugat terhadap kebijakan Trump.
California telah mengajukan lebih dari selusin gugatan terhadap kebijakan Trump sepanjang tahun ini. Kasus ini merupakan bagian dari upaya Newsom untuk melindungi perekonomian negara bagian dari dampak kebijakan yang dianggap merugikan.